Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2014

politik

Wila>yat al-Faqi>h : Sistem Kenegaraan Syi’ah Iran Modern[1]
Oleh: Ahmad Z. Anam[2]

الخلافة الإلهيّة : هي روخ الخلافة المحمّدية(ص)وربّها وأصلها ومبدأها. منها بدأ أصل الخلافة في العوالم كلّها بل أصل الخلافة والخليفة والمستخلف إليه... أصل الحقائق الكلّية الإلهية وهى أصل الخلافة.(خضرة امام خميني)[3]
Pendahuluan
Bergulirnya revolusi (1979) telah merubah sejarah bangsa Iran. Peristiwa bersejarah itu mengahiri tradisi kerajaan yag telah berkuasa 2500 tahun, dan mengubah persahabatan AS-Iran yang telah dibangun tiga dasawarsa menjadi sebuah permusuhan. Iran menunjukkan pada dunia—khususnya Islam, atas kesuksesan pertama dalam revolusi politik Islam.[4]

politik

MENAGIH JANJI CAPRES;
Meneguhkan Pesantren Sebagai Garda Depan Kontrol Sosial-Politik
Oleh; Kg. Ach. Z. Anam

Delapan Juli 2009 mendatang bukanlah akhir perjalanan demokrasi. Terpilihnya presiden dan wakil presiden yang paling diinginkan rakyat tidak serta merta mengindikasikan keparipurnaan negara dalam menggelar ‘hajat’nya. Permadani sejarah masih terhampar begitu luas untuk mewujudkan Indonesia menuju bangsa demokratis dan mukti wibowo. Bukan pekerjaan mudah, memang. Namun, dengan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa, narasi agung itu bukan tidak mungkin terwujud.

Janji Politik              
Sebagai tradisi pemilihan presiden secara langsung, sosialisasi visi-misi Capres dan Cawapres di hadapan publik merupakan sebuah ‘ritual wajib’. Rencana pembangunan negara yang tertuang dalam lembar visi-misi itu mesti terpublikasikan dengan massif dan komperehensif;  sebagai nilai tawar untuk menggalang dukungan rakyat. Dewasa ini rakyat semakin berfikir cerdas, mereka tidak hanya memilih pencitraan figur, tapi juga rencana besar yang diusung masing-masing pasangan. Di titik inilah sosialisasi visi-misi (baca; janji-janji) menemukan urgensinya.